Senin, 20 Juli 2020

4 Cara Bikin Mobil Lebih Ramah Lingkungan

Data Inventarisasi Emisi DKI Provinsi Jakarta tahun 2019 menunjukkan bahwa transportasi menjadi penyumbang emisi Gas Rumah Kaca (GRK) terbesar di ibu kota. Angka ini diperkirakan akan meningkat seiring semakin banyaknya kepemilikan kendaraan.
4 Cara Bikin Mobil Lebih Ramah Lingkungan
Data serupa juga dikeluarkan Climate Watch di tahun 2016 yang mengatakan bahwa sektor transportasi di seluruh dunia merupakan penyumbang emisi GRK terbesar kedua. Mobil-mobil elektrik dan hybrid pun mulai bermunculan sebagai opsi kendaraan ramah lingkungan. Namun, karena pasarannya belum banyak dan merata, ditambah harganya yang lebih mahal dibandingkan mobil bermesin bensin, belum banyak yang memilikinya. Jika kamu ingin berkontribusi dalam misi menekan produksi emisi GRK dengan mobil konvensionalmu, kamu bisa ikuti 4 tip berikut!

1. Mengganti filter udara secara rutin

Filter udara pada mobil berguna untuk menyaring partikel atau kotoran dalam ukuran kecil agar tidak masuk ke saluran knalpot mobil. Ketika kondisi penyaring udara ini terabaikan, maka partikel dan kotoran kecil tadi akan masuk ke dalam saluran knalpot dan ikut terempaskan ke atmosfer. Mengutip Champion Auto Parts, disarankan untuk mengganti filter udara setidaknya setiap 19.000 hingga 24.000 km. Namun, interval ini bisa dikurangi ketika mobil banyak dipakai berkendara di kondisi yang berdebu.

Mengganti filter udara biasanya tidak memeras terlalu banyak biaya. Bahkan jika kamu punya waktu luang, kamu bisa menggantinya secara mandiri dengan bantuan tutorial di YouTube untuk lebih menghemat biaya dan waktu ke bengkel.

2. Pastikan penutup tangki bahan bakar tidak rusak

Penutup tangki bahan bakar tidak hanya berguna untuk mencegah bahan bakar di dalam tangki tercecer dan terbuang percuma. Tugasnya juga berguna untuk mencegah lebih banyak emisi yang dikeluarkan mobil.

Saat ada kerusakan pada penutup tangki bahan bakar, uap gas dari bahan bakar akan menyusup keluar dan meningkatkan emisi yang dihasilkan mobil. Lebih jauh lagi, penutup tangki bahan bakar yang tidak optimal dapat dapat menyebabkan kebocoran dan masalah lainnya. Penyebabnya adalah kenaikan tekanan udara di dalam tangki karena tekanan udara tidak dapat diseimbangkan.

3. Jaga bobot mobil tetap ringan

Tinggalkan barang-barang yang tidak perlu, khususnya yang berbobot berat, agar tidak memberatkan mobil. Semakin besar bobot yang dibebankan pada mobil, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mobil untuk bergerak. Pada gilirannya, mobil pun perlu mengerahkan lebih banyak bahan bakar.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk meringankan pergerakan mobil, adalah mengisi angin ban hingga sesuai dengan ketentuannya. Dengan demikian, ban mobil akan lebih mudah berguling dan mobil pun tidak perlu bekerja terlalu keras untuk bergerak.

4. Beralih ke oli sintetis

Saat ini, penggunaan oli sintetis dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan oli konvensional. Tingkat volatilitas oli sintetis yang rendah membuatnya tidak mudah menguap dari knalpot.

Penggunaan oli sintetis pada mobil juga dapat meningkatkan daya kuda dengan bahan bakar terbuang yang minim. Oli sintetis diketahui lebih tahan lama dibandingkan oli konvensional. Oli sintetis konon dikatakan bisa bertahan hingga 32.000 km dibandingkan oli konvensional yang ketahanannya berada di kisaran 4.000 km hingga 11.000 km. Semakin kecil frekuensi penggantian oli, semakin kecil juga limbah yang terbuang dari penggantian oli

Tidak ada komentar: